Gas Hidrat Energi Alternatif Masa Depan ???
By Imas Nurzanah
Indonesia dan seluruh dunia sekarang sedang gencar-gencarnya mencari sumber energi alternatif pengganti minyak bumi yang saat ini diperkirakan cadangannya sudah semakin menipis.
Negara – negara maju seperti Jepang dan Amerika telah melakukan penelitian untuk mencari sumber energi baru yang mana ditemukan sumber energi baru yang sangat mencengangkan yaitu gas hidrat dimana cadangannya 2 kali lipat total jumlah total minyak dunia. Bisa dibayangkan gimana kalo kita bisa eksploitasi, kita tidak akan ketakutan lagi akan kehabisan sumber energi.
Oh iya udah tau kan apa itu gas hidrat?????
Gas hidrat itu adalah sumber energi gas yang terbentuk di darat maupun di laut dalam suhu yang rendah dan tekanan yang tinggi dan berbentuk es dan biasanya bersenyawa dengan air. Yang terdapat di dalam bumi biasanya berbentuk gas methan maka biasanya disebut methan hidrat.
Biasanya kita menemukan gas hidrat di kedalaman 100 sampai dengan 1100 meter di bawah laut, sedangkan di darat zona stabilitas gas hidrat ini ada pada kedalaman 1000 meter lebih.
Akan tetapi dengan adanya gas hidrat ini ada kekhawatiran dari beberapa aspek, yaitu aspek politik dan ekonomi dimana kita ketahui distribusi gas hidrat ini ada di negara – negara yang bukan merupakan penghasil minyak bumi seperti Jepang, Amerika, Kanada, Rusia, Amerika bagian Selatan, India dan beberapa negara Eropa dan Afrika. Jepang sebagai pengguna bahan bakar minyak yang cukup besar tidak perlu lagi mengimpor minyak, bisa dibayangkan bagaimana perubahan perekonomian yang terjadi kan???
Selain itu juga dengan keberadaan gas hidrat ini, jika di dunia terjadi pemanasan global maka suhu bumi akan meningkat akibatnya gas hidrat akan mencair. Bila keadaan ini terus menerus maka gas hidrat di dalam bumi akan menguap dan lama kelamaan tempat akumulasi gas hidrat itu akan kosong dan akan terjadi penurunan pada benua dan pulau yang mungkin akan menyebabkan gempa yang sangat hebat. Selain itu juga jika terjadi penurunan bagian dasar laut bisa menimbulkan gelombang tsunami yang sangat besar.
Untuk mengetahui akumulasi gas hidrat bisa dilakukan dengan melakukan survey geofisika dengan memanfaatkan teknologi seismik. Prinsip dasarnya sama seperti survey untuk mengetahui keberadaan minyak bumi dan gas. Pada gas hidrat menunjukan penggambaran yang unik, posisi kestabilannya yang khas dan bentuknya hampir selalu sejajar dengan permukaan bumi/dasar laut dimana ada garis batas yang merupakan batas antara dasar lapisan gas hidrat dengan gas yang tidak terikat oleh hidrogen yang biasa disebut gas bebas (free gas). Akan tetapi sampai saat ini belum ada teknolgi yang mampu mengetahui permukaan lapisan gas hidrat maupun dasar dari gas bebas yang terletak di bawah lapisan gas hidrat tersebut.
Sampai saat ini teknologi eksplorasi gas hidrat sudah bisa dilakukan, tetapi banyak permasalahan dalam hal teknologi untuk membuat gas hidrat itu dalam kondisi stabilnya. Proses pengeboran sering kali menyebabkan perubahan tekanan dan suhu sehingga gas bermigrasi ke tempat lain. Dengan begitu perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai karakteristik dari gas hidrat ini sehingga kita bisa memanfaatkan gas hidrat itu menjadi sumber energi baru yang murah dan aman.




|