Tuesday, July 17, 2007

Bandung Kotaku yang ga tau apa yang terjadi ntar padamu

By Imas Nurzanah

Kali ini saya lagi tertarik mengenai masalah Bandung, yang kebetulan merupakan tempat saya lahir dan dibesarkan, termasuk juga tempat saat ketemu suami hehehehe..Meskipun saya hanya sesekali pulang ke Bandung tapi saya masih merasa bandung itu darah daging saya yang gak mungkin bisa lepas dari kehidupan saya…

Kita ketahui Bandung itu merupakan suatu cekungan yang dahulunya berasal dari sebuah danau yang mengering tapi ada sebagian ahli geologi yang menyebutkan sebagai zona depresi diantara gunung – gunung.


Kebayang ga siy sekarang gimana beban cekungan Bandung, dimana penduduknya yang sudah mencapai 5.4 juta jiwa dan ratusan industri yang berkembang. Lambat laun keadaan ini akan membuat cekungan Bandung ini berubah.

Ada 2 kemungkinan yang akan terjadi jikalau keadaan ini tidak cepat diperbaiki yaitu masalah sumberdaya alam yang terbatas seperti masalah air tanah dan bahan galian dan juga masalah kebencanaan geologi seperti krisis air, gempa bumi, penurunan lahan dan banjir.
Meskipun banyak penelitian geologi (litologi, stratigrafi, tektonik) dan terapan (hidrogeologi air tanah, geoteknik, resapan dll।) telah dilakukan untuk memecahkan permasalahan di Cekungan Bandung, namun sebagian besar masih dilaksanakan secara sektoral dan terpisah-pisah sehingga belum dapat memberikan solusi menyeluruh terhadap permasalahan yang berkembang di Cekungan Bandung.

Salah satu permasalahan mendasar di Cekungan Bandung adalah kurang tersedianya data dan informasi bawah permukaan untuk melakukan analisis yang komprehensif terhadap perkembangan bentuk geometri cekungan maupun proses akumulasi sedimen pengisinya secara rinci। Akibatnya, genesa terbentuknya Cekungan Bandung belum diketahui dengan baik. Secara teoritis, proses-proses tektono-geodinamika yang berlangsung pada zaman Kuarter dipercaya sebagai penyebab terjadinya pergerakan batuan dasar yang pada akhirnya menentukan geometri cekungan. Oleh sebab itu, guna memperoleh perspektif lebih rinci tentang bentuk 3D cekungan dan batas-batasnya, maka penelitian batuan dasar cekungan dan urutan stratigrafi rinci sedimen pengisi cekungan secara akurat perlu dilakukan.

Untuk itu perlu adanya research yang lebih detail tentang Bandung apalagi di Bandung juga merupakan pusat dari ahli – ahli geologi seluruh Indonesia dimana mungkin dengan sedikit rasa cinta terhadap Bandung bisa menyelamatkan Bandung. Gimana ga was-was Bandung yang terkenal tempat rekreasi belanja harus ga berfungsi lagi karena masalah diatas.



Read More......

Abu Batubara Yang Berguna

By Imas Nurzanah

Pernah kebayang ga siy abu batubara yang tebal dan bikin polusi udara itu bisa dimanfaatkan loh!!!! Lumayan kan bisa daur ulang sampah hasil pemanfaatan batubara buat dijadikan bahan yang bermanfaat apalagi ini bisa menjadikan tanah yang bekas tailing penambangan emas menjadi tanah yang bisa ditanami.

Kita ketahui bahwa batubara merupakan sumber energi yg cukup berperan. Salah satu pemanfaatannya adalah untuk pembangkit tenaga listrik. Namun dari pemanfaatan ini jadi timbul masalah baru yaitu penumpukan abu batubara yang mana tiap harinya bisa mencapai 500 – 1000 ton. Limbah abu ini dapat berupa abu terbang, abu dasar dan lumpur flue gas desulfurization. Sekarang ini pemanfaatan abu batubara ini digunakan untuk industri semen dan beton, bahan pengisi untuk bahan tambang dan bahan galian serta berbagai pemanfaatan lainnya.

Penelitian yg sekarang sedang dilakukan oleh PPTM yaitu memanfaatkan abu batubara ini untuk mengelola tanah tailing yang berasal dari kegiatan pengolahan emas. Tailing tersebut diperkirakan bersifat basa dan banyak mengandung logam2 berat, sedangkan secara kimia abu batubara merupakan mineral alumino silikat yang banyak mengandung unsur Ca, K, dan Na dan juga mengandung sejumlah kecil C dan N. Bahan nutrisi lain dalam batubara yang diperlukan dalam tanah diantarnya ialah B, P dan unsur2 kelumit seperti Cu, Zn, Mn, Mo dan Se yang mana abu batubara ini dapat bersifat asam (pH 3 – 4) walaupun pada umumnya bersifat basa (pH 10 – 12).
Secara fisik abu batubara tersusun dari partikel silt yang mempunyai kapasitas pengikatan air dari sedang sampai tinggi, sifat – sifat pembentuk semen yang dapat menghambat perkembangan akar tanaman.

Dalam penelitian ini abu batubara digunakan sebagai bahan pembenah tanah (soil conditioner) dan sebagai bahan dasar untuk pembuatan zeolit sintetik yang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah. Namun demikian diperlukan parameter yang berpengaruh pada kualitas tanah itu sendiri.

Seru kan???? Makanya keep research ya biar sesuatu yang dianggap sampah masih bisa dimanfaatkan.


Read More......