Friday, October 31, 2008

Jenis / Macam Tanah Di Indonesia

By godam64 ; http://organisasi.org

Indonesia adalah negara kepulauan dengan daratan yang luas dengan jenis tanah yang berbeda-beda. Berikut ini adalah macam-macam / jenis-jenis tanah yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

1. Tanah Humus

Tanah humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat.

2. Tanah Pasir

Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.

3. Tanah Alluvial / Tanah Endapan

Tanah aluvial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian.

4. Tanah Podzolit

Tanah podzolit adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah / dingin.

5. Tanah Vulkanik / Tanah Gunung Berapi

Tanah vulkanis adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi yang subur mengandung zat hara yang tinggi. Jenis tanah vulkanik dapat dijumpai di sekitar lereng gunung berapi.

6. Tanah Laterit

Tanah laterit adalah tanah tidak subur yang tadinya subur dan kaya akan unsur hara, namun unsur hara tersebut hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi. Contoh : Kalimantan Barat dan Lampung.

7. Tanah Mediteran / Tanah Kapur

Tanah mediteran adalah tanah sifatnya tidak subur yang terbentuk dari pelapukan batuan yang kapur. Contoh : Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

8. Tanah Gambut / Tanah Organosol

Tanah organosol adalah jenis tanah yang kurang subur untuk bercocok tanam yang merupakan hasil bentukan pelapukan tumbuhan rawa. Contoh : rawa Kalimantan, Papua dan Sumatera.

Read More......

Ketika Air Tanah Indonesia Terancam Arsenik

By nggienghttp://langitselatan.com

Danau_kakaban1 Masih ingat kasus Munir, tokoh pembela HAM yang harus mati diracun arsenik? Arsenik adalah zat yang sangat beracun, yang tidak berbau dan tidak berasa; sehingga sangat berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia, terutama bila tercampur pada air minum. Tetapi bagaimana bila arsenik kemudian beredar bebas di alam?

Studi terkini dalam Journal Nature Geoscience menunjukkan bahwa, ancaman arsenik telah mengkontaminasi beberapa wilayah di Asia Tenggara! Dari studi di delta Irrawady di myanmar dan pulau Sumatra, Indonesia, ditemukan bahwa air bawah tanah di daerah tersebut telah terkontaminasi oleh arsenik.

Studi geologi menggunakan fitur-fitur geologi dan unsur kimiawi tanah, peneliti telah memetakan beberapa titik panas yang didugan menjadi daerah resiko arsenik. Dari analisis diperkirakan ada sekitar satu juta hektar pantai timur Sumatra berisiko tercemar arsenik. Daerah yang kaya akan sedimen organik yang mengandung pasir halus sedimentasi (silt) dan tanah liat mempunyai kecenderungan untuk mudah terkontaminasi oleh arsenik. Karena merupakan sedimentasi muda yang mungkin sekali melepaskan arsenik dari dalam material sedimentasinya.

Informasi ini diharapkan menjadi perhatian bagi pihak berwenang dalam mempersiapkan sumur-sumur atau fasilitas air yang harus memperhatikan resiko tinggi kontaminasi arsenik. Sampai saat ini studi arsenik masih sangat sulit dilakukan karena biayanya sangat tinggi dan memakan waktu yang panjang. Sampai saat ini studi yang dilakukan adalah melakukan pemetaan geologi permukaan yang mengidentifikasi pada air tanah yang dangkal, tetapi belum bisa mengatakan seberapa dalam arsenik dalam air tanah.

disarikan dari: Physorg

Read More......

Tuesday, October 28, 2008

Biopore, Recharges Groundwater and Humus

Monday, 20 Octobers 2008 | 21:21 Western Indonesian Times

YOGYAKARTA, Rain drop is not good if let it flow into river or aqueduct, because actually can be accommodated as ground water supply. Based on it, simple innovation namely "Lubang Resapan Berpori", developed by Biopore Team, Yogyakarta.

2678984p

Team member that are from Care Environment Society, RW 11 Wirobrajans, Yogyakarta. Monday (20/10) afternoon presented gathering dialogue with citizen, and demonstrated of making "Lubang Resapan Berpori (LRB)".

LBR are made by manual drill trough the ground about one metre depth. Here in after at top section of hole, placed small circle concrete, or precisely in one size conblock hexagon cement. Precise above concrete is attached iron stick as filter.

LBR are here in after filled by organic garbage to push biopore in form of cave (small tunnel; cutting) that formed by ground fauna or plants root activities. At the rain season, as soon as water entered hole, it will hit organic garbage. Process here in after; garbage is collected as harvest on dry season as plants manure.

Coordinator Biopore Team, Endarwati said, LRB is used as artificial recharge well. Differ from conventional recharge that only absorbed in elementary part, LBR can soak up water into the wall.

Its cost of making even also very cheap. One LRB only finishes at most 20.000 rupiahs. To drill manual, the team find one with the price of 200.000 rupiahs.

At least, coneblock and aeral cement in backyard or front yard can be alternated LBR. Distance between LRB at least one meter, he said.

Endarwati said, the idea of making LRB is conducted after they followed World Water Day Seminar. In RW 11, LRB has been existed in more than 100 houses.

Compas.com

Read More......