Tuesday, July 17, 2012

CORE PICTURES 1

 

image

 

General Environmental Setting:
Marine shoreface – beach

Rock Description:
Parallel-to-burrowed sandstone. Burrow are horizontal forms similar to Paleophycus

Depositional Environment Represented:
Shoreface. The alternation of parallel bedded sandstone in which burrows are rare to absent with densely burrowed zones suggests considerable variation in sedimentation rates, probably associated with storm/fairweather deposition.

Other environments where rock type is typically found:
Not found in other environments

 

 

 

 

 

 

 

 

image

General Environmental Setting:
Marine offshore to transitional zone

Rock Description:
Fine grained sandstone and mudstone. Bioturbation and compaction. May locally contain gas-disrupted bedding.

Depositional Environment Represented:
Shoreface to shallow offshore.

Other environments where rock type is typically found:
Any moderate to low energy environment including lakes, lagoons and shallow marine environments.

 

 

 

 

 

 

image

General Environmental Setting:
Marine offshore transitional zone

Rock Description:
Parallel bedded sandstone and mudstone (base). Because the mudstone and sandstone beds are parallel it is likely that the beds were close to horizontal at deposition. Thus the apparent dip of the beds in the core is a result of the beds not being drilled perpendicular

Depositional Environment Represented:
Shallow offshore

Other environments where rock type is typically found:
Not found in other environments

 

 

 

 

 

 

 

 

Source: http://www.eos.ubc.ca/resources/slidesets/clastic/c.html

Monday, July 16, 2012

CORE PICTURES

Source: http://www.eos.ubc.ca/resources/slidesets/clastic/c.html
image
  General Environmental Setting:  Marine offshore transitional zone


  Rock Description:
  Cross-bedded sandstone. Note the type of cross-bedding can rarely be determined in core.


  Depositional Environment Represented:  Foreshore environment where cross-bedding forms from migration of dunes and sandwaves.


  Other environments where rock type is typically found:  Any moderate to high energy environment in which migrating bed forms occur (channels, aeolian dunes,shallow marine).









image
General Environmental Setting:Marine offshore transitional zone


Rock Description:
Bioturbated sandstone. Burrows are similar to Paleophycus.


Depositional Environment Represented:Shoreface - moderate energy environment. The presence of alternating laminae of mud and sand indicate periods of low and high energy deposition.


Other environments where rock type is typically found:Not found in other environments










image
General Environmental Setting:Marine offshore transitional zone


Rock Description:
Horizontal bedded and bioturbated sandstone. Burrows are similar to Paleophycus



Depositional Environment Represented:
Shoreface - moderate energy environment. Presence of laminae of mudstone indicate periods of low energy



Other environments where rock type is typically found:
Any moderate energy environment but with burrows is typical of lower foreshore to shallow offshore facies.

Wednesday, April 14, 2010

Darimana bahan pembuat Uang ???

 

money

Gelas dan Mineral Pembentuk Bumi

glass1

Pasta Gigi dan Mineral Pembentuk Batuan

by Taufik

Melihat judul diatas kita tahu bahwa tidak ada hubungannya antara pasta gigi dan mineral pembentuk bantuan, jauh sekali dari pikiran kita semua…jadi apa yang mau ditampilkan dalam hal ini…?? ?

Sabar dulu yah..pada saat saya sedang googling di internet, ada hal yang mengejutkan membuat saya terheran-heran dan terkaget-kaget…apakah gerangan ???hehehe…

silahkan dilihat sendiri pada gambar di bawah ini….

toothpaste

Gempa Bumi.. Panikkk.. No way ??

by Pondok Cerita

Gempa bumi adalah sebuah misteri Tuhan yang tak seorang pun yang dapat memprediksikan dengan pasti kapan datangnya sebuah bencana alam. Akhir-akhir ini setelah Gempa bumi yang menguncang Taksimalaya, singgah kembali di Padang. Sebuah peristiwa yang tidak di harapkan kembali merengut ribuan korban jiwa.


Kepanikan dan ketidaktahuan langkah-langkah apa yang harus di lakukan saat gempa itu terjadi juga menjadi faktor penambah korban jiwa. di mana banyak orang secara spontan berusaha pindah dari posisi semula tanpa menyadari bahaya di sekitar.


"Drop, Cover an Hold On" sebuah alternatif lama dari Amerika untuk hadapi gempa bumi dan di akui keefektifannya dalam melindungi diri selama gempa berlangsung.

Taktik ‘Drop, Cover, and Hold On’ adalah sebuah taktik standar yang umum diajarkan ke penduduk daerah-daerah yang rawan gempa di Amerika Serikat. Beberapa daerah di Amerika Serikat melatih siswa sekolah untuk melakukan taktik ini sebagai persiapan menghadapi bencana gempa.


Drop, Cover, Hold On

Gambar di atas adalah sebuah contoh dari taktik " Drop, Cover ,Hold On" Saat gempa terjadi segeralah merangkak dan berlindung kemudian memegang kuat benda tersebut.. ingat selalu melindungi bagian kepala anda dengan kedua tangan jika anda tidak menemukan benda untuk perisai diri..


Kemudian ada juga alternatif lain yang muncul " Triangle of life" atau di sebut segitiga kehidupan dari Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI), Tim penyelamat paling berpengalaman di dunia.


Triangle Of Life

Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini lah yang saya sebut "segitiga kehidupan".
Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.

Doug Copp menganggap " Drop ,Cover and Hold On" bisa menjadi berbahaya saat ada beban berat yang menimpa anda dari atas. Triangle of life jg menuai kontroversi seperti bagaimana mengetahui dengan jelas ruang segitiga yang akan terbentuk saat gempa? dan saat gempa berlangsung banyak benda2 yang berat besar yang akan bergerak dan mungkin menjepit anda jika anda berlindung di sampingnya.

Walaupun demikian, Rocky Lopes (Palang Merah Amerika Serikat) juga berpesan bahwa taktik “Drop, Cover, and Hold On” cocok untuk daerah Amerika Serikat karena lebih sesuai dengan standar kontruksi pembuatan bangunan yang dianut Amerika Serikat. Dan taktik ini belum tentu sesuai dengan kondisi pada negara lain.(yang kurang mengambil berat hal di bagian kontruksi bangunan) Indonesia termasuk bukan ya??


Tentu saja setiap alternatif memiliki segi kelemahannya.. Beda situasi memerlukan tindakan yang beda pula. Maka itu pikirkan hal (alternatif) yang terbaik untuk kondisi dan situasi anda. "Stay Cool , Think Quickly and Pray" Berusaha untuk tenang saat gempa , berpikir cepat untuk bertindak dan kemudian Berdoa, menjadi suatu alternatif yang penting juga.
Untuk membantu anda, ada langkah-langkah dan tindakan yang pasti harus perhatikan saat gempa :


Lindungi Kepala Anda.
Pastikan kepala anda terlindungi. Cari helm , bantal apapun benda yang dapat melindungi bagian kepala anda. Agar dapat mengurangi efek cedera seperti kesempoyongan , pendarahan, kehilangan kesadaran jika ada benda yang menimpa anda.


Hindari Pengunaan Tangga Apalagi Lift
Jika anda berada di lantai cukup tinggi (lantai 4 ke atas)maka hindari pengunaan tangga apalagi lift untuk menyelamatkan diri. Tangga cocok untuk situasi kebakaran akan tetapi berbahaya jika di gunakan saat gempa karena tangga merupakan kontruksi yang paling lemah.


Jaga Pernafasan Anda
Saat terjebak dalam bangunan runtuh,pastikan anda tidak menghirup debu,cobalah untuk bernafas melalui pakaian. Agar nantinya anda tidak sesak ataupun kekurangan oksigen.


Jangan Sia-Siakan Tenaga Anda.
Berteriak bak kesetanan hanya membuat anda makin panik dan putus asa. Saat anda terjebak /tertimbun di bawah bangunan yang runtuh.. Simpan napas dan energi anda, berteriaklah sekencang-kencangnya saat mendengar penyelamat sudah dekat.


Beri Tanda Mencolok
Usahakan memberi tanda SOS di tempat anda terjebak runtuhan.. Buat tanda-tanda adanya manusia / korban di dalam runtuhan. Seperti menyelipkan pakaian , baju, celana di tempat yang mungkin terlihat oleh tim penyelamat. Tidak dapat di pungkiri juga dompet , jam tangan , hp atau benda berharga lebih menarik perhatian.

Gempa bumi ???

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Quake_epicenters_1963-98

Tipe gempa bumi

  1. Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
  2. Gempa bumi tektonik ; Gempabumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tektonik plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa tektonik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB,

  1. Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
  2. Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
  3. Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Penyebab terjadinya gempa bumi

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.

Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi

  • 8.8 Skala Richter, 432 orang tewas (data 30 Maret 2010). Mengakibatkan tsunami menyeberangi samudara Pacific yang menjangkau hingga Selandia Baru, Australia, kepulauan Hawaii, negara-negara kepulaian di Pacific dan Jepang dengan dampak ringan dan menengah.
  • 12 Januari 2010, Gempa bumi Haiti dengan episenter dekat kota Léogâne 7,0 Skala Richter berdampak pada 3 juta penduduk, perkiraan korban meninggal 230.000 orang, luka-luka 300.000 orang dan 1.000.000 kehilangan tempat tinggal.
  • 30 September 2009, Gempa bumi Sumatera Barat merupakan gempa tektonik yang berasal dari pergeseran patahan Semangko, gempa ini berkekuatan 7,6 Skala Richter (BMG Indonesia) atau 7,9 Skala Richter (BMG Amerika) mengguncang Padang-Pariaman, Indonesia. Menyebabkan sedikitnya 1.100 orang tewas dan ribuan terperangkap dalam reruntuhan bangunan.
  • 2 September 2009, Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter mengguncang Tasikmalaya, Indonesia. Gempa ini terasa hingga Jakarta dan Bali, berpotensi tsunami. Korban jiwa masih belum diketahui jumlah pastinya karena terjadi Tanah longsor sehingga pengevakuasian warga terhambat.

Kerusakan akibat gempa bumi di San Francisco pada tahun 1906

Sebagian jalan layang yang runtuh akibat gempa bumi Loma Prieta pada tahun 1989